Drrttt~
Drrttt~
“Fa,
HP-mu bergetar tuh,” suara Waris tiba-tiba mengagetkanku yang tengah asyik
bercerita dengan Anisa. Aku pun tersenyum dan mengambil HPku untuk membaca
pesan yang kuterima itu. Senyumku semakin mengembang begitu membaca pesan itu.
“Ehem,
SMS dari siapa sih sampai lupa melanjutkan cerita yang seru-serunya?” Anisa
yang merasa aku abaikan menepuk pundakku. Rizki dan Nasha yang tengah makan pun
mulai memperhatikanku.
“Ahh,
tidak kok. Ayo lanjut lagi ceritanya…” Belum sempat aku melanjutkan ceritaku,
HPku mulai bergetar lagi. Kali ini Waris tidak tinggal diam, ia segera
mengambil HPku dan membaca pesan itu.
“Ntar
gua jemput. Lo tunggu aja di kosan lo~ cieee, jadi sekarang sama kakak itu
nih?” Waris membacakan pesan itu kuat-kuat sambil menggodaku. Aku yang kaget
mendengar isi pesan itu langsung melambaikan kedua tanganku.
“Enggak
kok. Besok itu kita cuma mau ngerjain poster aja. Karena aku gatau tempatnya
dimana, jadi dia yang mau jemput, daripada aku nyasar lagi,” aku berusaha
membela diri. Tak aku pungkiri bahwa aku memang senang dijemputnya, namun aku
tak ingin berharap yang lebih. Aku tak mau kecewa lagi.
Flashback
“Fa, sebenernya ada yang mau aku
certain ke kamu,” Kak Itin datang menghampiriku. Aku yang tengah asyik bermain
dengan laptopku pun segera menghentikan aktiviitasku. Melihatku yang telah siap
mendengarkan, Kak Itin segera menunjukkan laptopnya. Dengan sedikit bingung aku
pun menerima laptop itu dan melihat apa yang terlihat di layar laptop itu.
Ternyata itu adalah kronologi percakapan Kak Itin dan Kak Akhmad.