Jumat, 21 Juni 2013

Lost


inspired by : Nicole - Lost.mp3



Your footprints and your scent,

I still feel it close by.

From that time I first met you,

I believe in destiny.
         
               “Hei kamu,” seorang lelaki tiba-tiba menegurku. Aku tidak mengenal lelaki itu, sepertinya ia kakak tingkatku. Aku pun akhirnya hanya memandangnya.
                “Oh jadi kamu yang namanya Rial. Aku kira kamu cowok, maaf ya,” Lelaki yang bahkan tak ku kenal itu tersenyum padaku. Senyum itu terasa menyegarkan saat disandingkan dengan keeksotisan kulitnya.  Suara itu terdengar begitu ramah dan menyenangkan. Sebenarnya siapa ia?
                “BTW, ini benar nomor handphonemu kan?” kini lelaki itu menunjukkan handphonenya dan disitulah ada nama dan nomor handphoneku. Lelaki ini semakin membuatku penasaran. Bingung harus menjawab apa, aku pun hanya mengangguk dan tersenyum. Entah kemana jiwa frontalku pergi saat itu.
                “Al~” Aku mendengar namaku dipanggil dan benar saja itu adalah suara kakak tingkatku sekaligus kakak satu kosanku. Aku pun tersenyum pada lelaki itu dan segera meninggalkannya. Sungguh saat itu aku tak ingin meninggalkannya.
                “Cie yang lagi mengobrol dengan Fian.” Aku terbengong begitu mendengar nama itu. Fian? Apakah itu nama lelaki tadi? Aku semakin penasaran dan ingin mengenalnya lebih jauh.




Confined inside this room on my own,
It is only time that passes.
Where ever I see and walk,
You’re right there beside me.



                Aku hanya bisa berjalan perlahan. Pikiranku sedang kacau saat ini. Aku rasa tingkat kesensitifitanku sedang berada di level paling atas. Bagaimana bisa aku kesal dengan teman-teman kosanku hanya karena hal sesepele ini. Sesekali aku pun menendang batu-batu kecil. Aku jadi merasa tak enak dengan Fian. Aku yang sedang ingin merelaksasikan pikiranku dan ia yang terpaksa menemaniku.
                Perjalanan menuju tempat makan terasa begitu jauh. Ku biarkan Fian berjalan di depanku. Ia sama sekali tidak mengajakku berbicara. Sesekali ia hanya menengok ke belakang memastikan aku masih di dekatnya.
                “Jika kau ingin meneriakkan segala pikiranmu, keluarkan saja disini. Disini cukup sepi,” tiba-tiba saja ia mengatakan hal itu sambil menyejajarkan tubuhnya disampingku. Sontak saja aku segera memandangnya dengan pandangan apa-kau-gila. Melihat ekspresiku, ia hanya tertawa kecil takut aku akan tersinggung padanya.
                “Hahaha, dasar menyebalkan,” aku tak kuat melihatnya berlaku seperti itu.
                “Lebih baik dibilang menyebalkan asalkan kamu bisa tertawa lagi,” Langkahku mendadak terhenti. Kakiku mendadak tidak dapat digerakkan. Ia sempat memandangku heran dan aku hanya bisa terdiam tanpa kata. Fian memang paling bisa menenangkanku.


Rabu, 05 Juni 2013

SIWON !!

3 Juni 2013

Semua berawal dari mata kuliah ‘Algoritma Pemrograman’ yang memusingkan sehingga membuatku dan kawanku lebih menyukai menggunakan fasilitas laboratorium yaitu ngenet gratis. Kami pun menyampah ria di twitter. Sedang asyik bermention ria tiba-tiba Siwon update bahwa ia akan ke Pacific Place pukul 13.30. Dengan antusiasme yang tinggi, aku dan kawanku memutuskan untuk pergi kesana begitu sesi 2 selesai.

“Baik, pertemuan hari ini saya akhiri sampai disini. Wassalamu ‘alaikum WR. WB”

Cus~ kami pun segera berlari menuju lift dan capcus menuju shelter busway. Dengan still yakin, kami pun naik busway jurusan grogol dan menunggu shelter polda terlihat. Semanggi, senayan, slipi petamburan~ shelter polda tak kunjung terlihat. Melihat kami yang kebingungan, seorang bapak bertanya mau kemana. Mendadak kami shock begitu mengetahui kami salah naik bus yang harusnya naik bus jurusan blok M.
Waktu telah menunjukkan pukul 13.30. Tanpa pikir panjang kami segera keluar dari shelter dan mencari ojek. Dewi fortuna juga belum menghampiri kami, tukang-tukang ojek yang ternyata tidak mengetahui dimana pacific place itu menyuruh kami membayar lebih sebesar Rp. 20.000,- Ojek apaan itu? Dia yang nyasarin kami eh dia malah minta kami bayar lebih? Kalau bukan karena Siwon, tak sudi deh.

Pacific place kini telah di depan mata. Begitu besar dan mewahnya Pacific place membuat kami yang masih mengenakan segaram terlihat begitu kontras. Setelah sempat dikira anak sekolah, kami pun memasuki pacific place. Baru saja keluar dari lift di lantai 4 kami sudah melihat keramaian di depan salah satu restoran. Awalnya kami begitu heran, namun begitu membaca tweet Siwon bahwa ia di restoran itu kami pun segera kesana dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Tiba-tiba saja semua yang tadinya duduk tenang mulai berdiri dan berteriak histeris, Siwon telah muncul. Dengan menggunakan tekhnik leher jerapah, aku berusaha mencari dan melihat Siwon diantara kerumunan yang menghebohkan ini. Sekali lagi dewi fortuna tidak  mendukungku. Aku tidak bisa melihatnya yang ternyata telah turun menggunakan lift dalam restoran.




HUWAAA SIWON~ TT.TT
Kapan aku bisa melihatmu secara langsung?
Temanku bahkan telah melihat senyummu secara langsung, mengapa aku tidak?

AAHHHHHHHH!!!

Tunggu saja, aku pasti akan melihatmu secara langsung suatu saat!!



Sabtu, 01 Juni 2013

Dear you

Dear you,
it's really hard to forget you. I think, almost all of my free-time I think of you, not a serious think but just some simple think, "what are you doing now" or "where are you now?"


Dear you,
when I have a problem, my mind show me of you. You always can give me simple-but-right advice or solution.


Dear you,
when I have problem or have a bored day, you always there to listen my stories.


I'm fine if I don't have that status, but I don't want to lose your care. 
I really miss that care and I want to feel it right now.


I need your care not as boyfriend but just as brother.