aku punya cerita yang dari dulu masih aku sukaa...
Ini cerita eonni ku sih *ijin ngeshare yaa eonni*..
Eonni ku ini emang pembuat cerpen korea yang daebak !!
So, enjoy it ^^
VENICE - la mia avventura, il mio amore~
'sial! dimana ia sebenarnya? ia ingin membunuhku secara tak langsung, huh?' umpatku berulang kali. kubuka tutup flip ponselku yang nyatanya tak dapat digunakan di area luar Korea. kutatap dalam-dalam sebuah tulisan besar yang berada tepat di hadapanku. VENICE MARCO POLO INTERNATIONAL AIRPORT. mimpiku selama bertahun-tahun untuk menjejakkan kaki di tempat ini, kini telah terwujud dengan berbagai pengorbanan yang kulakukan. namun bagaimana bila mimpimu selama ini berubah menjadi mimpi buruk yang tak pernah kau bayangkan seperti sekarang? Ya, aku terobsesi untuk bertemu dengan Nikki Lee. Teman chattingku melalui dunia maya. Hahahaha, cukup tak masuk akal memang. bagaimana bisa aku jatuh hati pada seseorang yang belum pernah kutemui langsung? Bahkan fotonya pun hanya terlihat samar saja. Tetapi ntahlah, aku merasa jika kami sangatlah akrab bahkan melebihi keakrabanku pada beberapa teman dekat. dan aku pun tak tahu, bagaimana caranya aku dapat mengenal ia sedekat ini. Dan sepertinya ia telah menipuku, ia hanya bermain-main saja untuk menawariku berlibur bersamanya di Venice. Dan dengan bodohnya, aku langsung saja menerima tawaran Nikki dan di dalam pikiranku hanya ingin bertemu dengannya. 'rasakan akibat kebodohanmu, Sunhee-ya!' rutukku terus menerus.
Nikki Lee, sosok yang aku banggakan pada seluruh sahabatku. ia adalah satu-satunya teman dekatku di dunia maya yang berasal dari luar negeri. Italia lebih tepatnya. siapapun akan bangga sepertiku! dengan bekal kemampuan berbahasa inggris yang minim, aku dapat berkomunikasi secara lancar dengannya. meskipun aku sadar, mungkin cukuplah sulit ia memahami gramarku yang sungguh di bawah rata-rata. kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana aku yakin jika Nikki benar-benar berasa dari Italia? karena kerap kali ia memamerkan foto bayangan dirinya di tepi Grand Canal, sungai utama yang membelah kota Venice. salah satu tempat impian yang sangat ingin kukunjungi.
'bagaimana ini? aku sama sekali tak memiliki saudara ataupun teman di sini selain Nikki yang sama sekali tak ku ketahui asal-usulnya! apakah aku harus kembali ke Korea pada penerbangan selanjutnya, dan menghapus seluruh kesempatanku untuk menjelajah tempat impianku dan menyia-nyiakan usaha eomma mengumpulkan uangnya untuk biaya kemari?' aku membenamkan kepalaku diantara kedua lututku, dan berusaha untuk berfikir dengan jernih untuk mengambil keputusan yang cukup berat bagiku. kubulatkan tekadku untuk menjelajah kota Venice seorang diri, tanpa mengharap Nikki untuk menemaniku. 'Nikki-ya, kau brengsek!'