Ada cerpen lagi nih ..
Tapi rada gaje ...
Dan maaf kalo ga ngerti :(
Maklum cuma cerpen dadakan ^^
oya Z= cowok dan Y= cewek , okok??
THE MEANING OF HAPPINESS
Aku hanya bisa melihatmu bahagia dan memberimu kebahagiaan disaat kau sedih tanpa kau menyadari itu.
“Y~” Tanpa sadar mulutku memanggil nama itu. Hidungku mulai merasakan aroma menyengat yang mungkin tidak disukai banyak orang. Ku buka mataku perlahan dan ku amati keadaan sekelilingku. Masih sama, pikirku. Aku ingin kembali menutup mataku dan pergi meninggalkan tempat ini, tempat yang telah menguras banyak waktuku.
BRAK~ Pintu tiba-tiba terbuka dan aku membatalkan niatku untuk menutup mataku. Aku melirik ke arah pintu dengan tatapan nanar.
“Z” panggil seseorang yang telah membuka pintu tadi. Dia berjalan mendekatiku dengan ekspresi wajah yang tak dapat ku artikan. Jangan~ Jangan menatapku begitu.
“Z, kenapa kau masih sempat memanggil namanya bahkan disaat kau koma?” tanya seseorang yang baru ku kenali sebagai kakakku begitu dia sudah berada di dekatku.
“Entahlah, aku merasa dekat dengannya…”
“Bahkan di saat kau koma? kau bahkan tidak menyebut namaku, ibu, dan ayah sekalipun saat kau koma. Yang kau sebut hanyalah perempuan yang bahkan tidak mengenalmu,” ku lihat kakakku mulai meneteskan air matanya.
“Kak, asalkan melihatnya bahagia aku sudah cukup bahagia,” aku tersenyum. Aku ingat betapa aku berusaha untuk membuatmu bahagia tanpa kau menyadarinya.
“Y~ bertahanlah,” Aku mendengar seseorang memanggil namanya. Aku segera berlari menuju sumber suara. Aku tertegun melihat Y yang terkulai lemas di gendongan temannya itu. Aku melihat temannya itu sudah tidak kuat menggendong Y. Aku ingin sekali menggantikannya dan menggendong Y kemudian membawanya ke puskesmas atau rumah sakit, sayang aku tidak bisa. Aku segera berlari mencari pertolongan. Aku meminta tolong ibu-ibu dan bapak-bapak yang aku lewati. Untung saja, ada seorang nenek yang dengan sigap menggendongnya dan meletakkannya di suatu kursi panjang. Nenek itu mulai memijat-mijat tubuh Y dan mengolesinya dengan semacam balsem. Aku hanya bisa berdoa dan berharap Y dapat kembali sehat. Perlahan-lahan mata Y mulai terbuka dan ia mulai tersenyum. Senyum yang sangat membuatku bahagia. Kau sudah sembuh dan kewajibanku sudah selesai, pikirku sambil berjalan meninggalkannya.
“kak, bolehkah aku menutup mataku? Aku ingin bertemu dengannya,” aku menatapnya dan berusaha memegang tangannya. Kakakku langsung terdiam begitu mendengar permintaanku.
“Kak, aku merasa aku berada di dekatnya dan aku baru bertemu dengannya di saat aku menutup mataku. Aku ingin memberinya kebahagiaan,” aku kembali menatapnya dengan dalam. Kakakku menghela nafas dan ikut menatapku.
“Kau sudah cukup memberinya kebahagiaan selama hidupnya,” katanya.
“Aku tahu, tapi mungkin saja kebahagiaan itu tidak datang lagi untuknya bila bukan aku yang memberikannya,” aku memaksakan bibirku agar dapat membuat simpul senyuman. Kakakku menatapku lebih dalam. Akhirnya dia menemukan arti kebahagiaannya, pikirnya.
“Kau~ baik-baiklah kau disana. Jaga dia dan kebahagiaannya agar selalu bersama,” Air mata mulai membasahi pipi kakakku. Aku sedikit tidak tega melihatnya. Tapi dia tersenyum. Senyuman yang sangat sukai setelah senyuman Y. Selamat tinggal, kakak.
“Y~ kau sungguh beruntung memiliki Z yang selalu memberimu kebahagiaan. Aku harap kalian hidup bahagia di alam sana,” sang kakak tersenyum begitu mendengar suara tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit yang menandakan bahwa sang adik sudah tak disisinya lagi.
THE END
~ppyong :*

0 komentar:
Posting Komentar