Tapi mau gua publish agar yg blm baca cerpen ini bisa baca cerpen ini...
Cerpen ini ttg NOBONE yang gua harap ga akan pernah bubar :(
Kalaupun bubar, endingnya akan seperti cerpen ini ..
Check it out ~
RAINBOW ~ apa yang kalian bayangkan saat mendengar kata itu? Sesuatu yang terlihat indah dengan warnanya yang beraneka ragam. Merah, jingga, kuning, biru, nila dan ungu.
RAINBOW~ kata itu sangat berarti bagiku. Bagiku, makna dari kata itu lebih indah dari makna yang sesungguhnya. Merah, jingga, kuning, biru, nila dan ungu melambangkan perbedaan yang membuat hidup menjadi indah. Mereka adalah sahabat-sahabatku. Kami yang tergabung dalam RAINBOW memang memiliki enam kepribadian yang berbeda seperti ke enam warna pelangi.
RAINBOW~ sesuatu yang selalu ada disaatku senang maupun sedih. Sesuatu yang selalu memberiku semangat tetapi terkadang juga membuatku bersedih seperti sekarang. Rainbow yang dahulu ada kini telah tiada. Entah karena apa kami mulai membubarkannya, mungkin keegoisan dan ketidakpedulian sedang hinggap di hati kami.
Sekarang, aku hanya bisa memandangi foto-foto kami yang sedang bergembira bersama. Sesaat, aku mulai membuka sebuah buku. Buku yang berisi semua keegoisan kami, terutama aku. Semakin aku membalik lembar demi lembar, air mataku mulai membasahi kedua pipiku. Aku hanya bisa berpikir mengapa aku bisa seegois itu.
“Fa, ada apa denganmu?” Tanya Tati begitu aku berhenti dan menghampiri mereka.
“Aku tidak apa-apa..” Kataku sambil berlalu pergi.
“Kau jelas apa apa Fa. Kenapa kau begini? Apakah kami telah menyakiti hatimu?” Kata Ardhana saat aku mulai meninggalkan mereka.
“Ceritakan semuanya Fa. Kita adalah RAINBOW dan RAINBOW adalah sahabat!” Teriak Diana saat aku sudah sedikit jauh dari mereka.
“OK, cukup. Kau ingin RAINBOW bubar hanya karenamu?” Pertanyaan Amani yang sempat ku dengar. Aku ingin sekali menjawab pertanyaan itu, hanya saja mulutku tidak dapat terbuka.
“OK, mulai sekarang RAINBOW BUBAR! Kau puas sekarang Fa?” teriak Anggun terisak. Sepertinya dia mengatakan itu sambil menahan tangis.
PRANG ! Aku terbangun dan segera mengambil pigura kaca yang pecah. Ternyata aku melamun lagi dan teringat kejadian itu. Kejadian saat RAINBOW bubar. Aku mulai membersihkan pecahan-pecahan kaca dari pigura yang pecah. Aku tertegun begitu melihat pigura yang pecah. Pigura yang berisi foto kami sedang bermain di laut dengan gembira. Sungguh, aku merindukan mereka. Aku merindukan kebersamaan dan kegembiraan bersama mereka. Aku menyesal telah seegois itu dan membiarkan mereka membubarkan RAINBOW.
Hujan kini telah mereda dan aku mulai melihat pelangi dari jendela kamarku yang memang berada di lantai 2 ini. Pelangi yang sangat indah. Andaikan mereka berada disini melihat pelangi yang begitu indah ini bersama…
“Fa.. Fa..” Aku mendengar panggilan namaku dari bawah. Aku segera menuju balkon dan melihat siapa yang memanggilku.
“Fa, kami kangen denganmu… Main yuk…” Ternyata mereka adalah Amani, Anggun, Ardhana, Diana dan Tati. RAINBOW yang sangat kurindukan.
“Ayo~” kataku segera turun dan memeluk mereka. Akhirnya hujan telah mereda dan RAINBOW yang berharga itu muncul untuk kembali memberi warna hidupku.
~ppyong :*

0 komentar:
Posting Komentar