Senin, 11 Maret 2013

59 Menit


59 Menit..

Rekor kali ini berhasil aku pecahkan. Ini adalah panggilan masuk terlama yang pernah aku sadari. Ini pun karena setiap sejam operator akan mematikan panggilan. Kalau saja operator tidak melakukannya, mungkin panggilan itu akan bertahan lebih lama.

Bertahan lebih lama?
Aku harap aku bisa bertahan lebih lama atas apa yang kau katakan disana. Dengan suara getir aku mencoba menanggapi setiap perkataannmu. Memang sulit melakukannya terlebih aku tidak boleh menunjukkan betapa sedih dan hancurnya aku. Berusaha memelankan suaraku pun menjadi salah satu cara menutupinya.

Kalian tahu apa yang dikatakannya?
He said that we're too contrast. Apakah kalian pikir itu logis? Mungkin menurutmu itu logis. Tapi tidak denganku. Aku merasa itu kurang kuat. Bayangkan, hanya karena aku suka jalan-jalan dan bepergian sedangkan kau lebih senang duduk manis dirumah kau berkata kita terlalu berbeda.


Kau bilang kau takut tak bisa mengimbangiku. Terus apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berubah menjadi gadis rumahan yang betah dirumah? Haruskah aku menghilangkan rasa bosanku itu? Bukankah harusnya semua itu saling melengkapi. Kau bisa saja membantuku agar betah dirumah dan kebosananku itu bisa hilang. Kau bisa! Kau bisa mengimbangiku dengan melakukannya. Bukan hanya sekedar berkata kita berbeda.

Aku telah menceritakan sebuah cerita menyedihkan padamu dan kini kau menambahkan cerita menyedihkan itu padaku. Tak tahukah kau betapa menyedihkan hidupku dan kau tak segan menambahnya. Kau berkata bahwa menyakiti perasaan orang lain itu sakit, tapi sekarang kau melakukannya. Kau berkata bahwa disakiti itu menyakitkan, harusnya kau tau betapa menyakitkannya diriku.

Sejak awal aku telah mengira ini yang akan terjadi. SMSmu itu seakan berkata bahwa aku harus siap menerima apa yang akan kau katakan. Saat itu aku bersikeras agar aku tak menanyakannya, namun hati kecilku menuntut agar menanyakannya. And this is it! He've made my feeling down.

Kau berkata bahwa ini jawabanmu untuk saat ini dan ini bisa saja berubah. Apa maksudmu? Apa maksudmu itu ingin membuatku berharap dan mungkin suatu saat kau akan menjatuhkanku kembali? Aku tidak akan terjebak lagi, TIDAK! Tapi tidak untuk hatiku. Hatiku selalu meyakinkanku bahwa kau tidak akan menyakitiku lagi. Sepertinya hatiku sangat berharap padamu. Bukan! Hatiku ini sedang menutup diri dari segala kemungkinan yang negatif. Egois memang, tapi itulah hati selalu menginginkan positif.

Kau tahu, aku adalah gadis yang tegar. Apakah kau mendengar aku menangis saat kau mengatakannya? Apakah aku mengacuhkan SMS yang kau kirimkan setelah panggilan itu? Apakah aku menghindarimu? Tidak, aku tidak melakukannya. Aku tidak akan dan  tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan menghindarimu. Aku tidak akan mengacuhkanmu.Karena hatiku tetap menginginkanku berada didekatmu.

Tenang saja, kau tidak akan melihatku menangis. Kau tidak akan terlihat bersalah karena telah menyakitiku. Karena aku akan melindungimu? Bukan, karena aku akan melindungi diriku sendiri.

Aku adalah gadis yang tegar.
Aku akan selalu tersenyum dihadapanmu.
Aku akan membuatmu menarik perkataanmu itu.
And you'll be mine!