59 Menit..
Rekor kali ini berhasil aku
pecahkan. Ini adalah panggilan masuk terlama yang pernah aku sadari. Ini pun
karena setiap sejam operator akan mematikan panggilan. Kalau saja operator
tidak melakukannya, mungkin panggilan itu akan bertahan lebih lama.
Bertahan lebih lama?
Aku harap aku bisa bertahan
lebih lama atas apa yang kau katakan disana. Dengan suara getir aku mencoba
menanggapi setiap perkataannmu. Memang sulit melakukannya terlebih aku tidak
boleh menunjukkan betapa sedih dan hancurnya aku. Berusaha memelankan suaraku
pun menjadi salah satu cara menutupinya.
Kalian tahu apa yang dikatakannya?
He said that we're too
contrast. Apakah kalian pikir itu logis? Mungkin menurutmu itu logis. Tapi
tidak denganku. Aku merasa itu kurang kuat. Bayangkan, hanya karena aku suka
jalan-jalan dan bepergian sedangkan kau lebih senang duduk manis dirumah kau
berkata kita terlalu berbeda.
Kau bilang kau takut tak bisa
mengimbangiku. Terus apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berubah menjadi
gadis rumahan yang betah dirumah? Haruskah aku menghilangkan rasa bosanku itu?
Bukankah harusnya semua itu saling melengkapi. Kau bisa saja membantuku agar
betah dirumah dan kebosananku itu bisa hilang. Kau bisa! Kau bisa mengimbangiku
dengan melakukannya. Bukan hanya sekedar berkata kita berbeda.
Aku telah menceritakan sebuah
cerita menyedihkan padamu dan kini kau menambahkan cerita menyedihkan itu
padaku. Tak tahukah kau betapa menyedihkan hidupku dan kau tak segan
menambahnya. Kau berkata bahwa menyakiti perasaan orang lain itu sakit, tapi
sekarang kau melakukannya. Kau berkata bahwa disakiti itu menyakitkan, harusnya
kau tau betapa menyakitkannya diriku.
Sejak awal aku telah mengira
ini yang akan terjadi. SMSmu itu seakan berkata bahwa aku harus siap menerima
apa yang akan kau katakan. Saat itu aku bersikeras agar aku tak menanyakannya,
namun hati kecilku menuntut agar menanyakannya. And this is it! He've made my
feeling down.
Kau berkata bahwa ini
jawabanmu untuk saat ini dan ini bisa saja berubah. Apa maksudmu? Apa maksudmu
itu ingin membuatku berharap dan mungkin suatu saat kau akan menjatuhkanku
kembali? Aku tidak akan terjebak lagi, TIDAK! Tapi tidak untuk hatiku. Hatiku
selalu meyakinkanku bahwa kau tidak akan menyakitiku lagi. Sepertinya hatiku
sangat berharap padamu. Bukan! Hatiku ini sedang menutup diri dari segala
kemungkinan yang negatif. Egois memang, tapi itulah hati selalu menginginkan
positif.
Kau tahu, aku adalah gadis
yang tegar. Apakah kau mendengar aku menangis saat kau mengatakannya? Apakah
aku mengacuhkan SMS yang kau kirimkan setelah panggilan itu? Apakah aku
menghindarimu? Tidak, aku tidak melakukannya. Aku tidak akan dan tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan
menghindarimu. Aku tidak akan mengacuhkanmu.Karena hatiku tetap menginginkanku
berada didekatmu.
Tenang saja, kau tidak akan
melihatku menangis. Kau tidak akan terlihat bersalah karena telah menyakitiku.
Karena aku akan melindungimu? Bukan, karena aku akan melindungi diriku sendiri.
Aku adalah gadis yang tegar.
Aku akan selalu tersenyum dihadapanmu.
Aku akan membuatmu menarik
perkataanmu itu.
And you'll be mine!