Honesty
Jujurlah, cinta butuh itu!
Itu adalah judul novel yang
telah ku baca. Setelah membaca novel itu, terbayang sesuatu dipikiranku.
JUJUR !
Menurutmu, mengapa cinta
butuh kejujuran?
CINTA? Okeh, itu untuk yang
sudah cukup dewasa. Untuk kita mungkin baru sebatas SUKA.
Kembali ke pertanyaan,
mengapa suka butuh kejujuran? Apakah kau harus jujur dan mengatakan suka setiap
kali kau merasakannya?
Aku pernah melakukannya..
Dan sampai saat ini belum ada
yang menghasilkan suatu akhir yang bahagia..
1. Aku menyukainya, aku
mengatakannya, dan ia berkata bahwa ia juga menyukaiku. Tapi ia berkata bahwa
ia belum boleh pacaran. Setelah 2 tahun berstatus HTS, kita mengalami keretakan
karena adanya kesalahpahaman. Sejak itu ia mulai mendiamkanku dan mulai
bergonta-ganti pacar.
2. Inilah penyebab
kesalahpahaman itu. Aku memang menyukainya tapi baru sekedar benih. Aku lebih
menyukai lelaki 1. Tapi apa daya, gosip menyebar begitu luas, hingga akhirnya
aku didiamkan oleh lelaki 1. Seakan mencari pelampiasan, aku berusaha menyukainya
lebih dalam lagi. Ia tahu aku menyukainya namun ia tetap bersikap biasa.
Mungkin saat itu memang aku sedang labil, aku merasa saat itu aku terlalu
mengejar-ngejarnya. Hingga ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke luar
propinsi :(
3. Awalnya karena sebuah
pertengkaran, aku mulai merasa aneh saat ia menjauhiku. Saat itu, teman-temanku
berkata bahwa aku menyukainya. Mungkinkah? Aku tidak merasa ini perasaan yang
sama seperti saat aku menyukai 2 lelaki diatas. Ia mulai mendekatiku kembali dan
mengejekku yang menurut kabar yang ia terima kalau aku telah move on dari
lelaki 2. Ia terus bertanya padaku siapa lelaki itu? Aku tidak mengatakannya
secara langsung, aku hanya mengatakannya melalui clue. Saat ia menyadari arti
clue itu, ia berkata bahwa aku akan menemukan lelaki yang lebih baik darinya. Sungguh
bukan akhir yang bahagia.
4. Awalnya aku hanya
penasaran dengan sosoknya. Seperti kutipan yang ada di novel honesty
"pandangan pertama itu kagum. Kalau kau bisa mempunyai perasaan lebih
setelah mengenalnya, itu namanya suka. Dan kalau kau sudah mulai merindukannya,
saat itulah cinta muncul," awalnya aku hanya merasa kagum padanya. Saat
itu aku belum mengenalnya hanya sekedar mengetahui namanya. Lama kelamaan aku
sering bertemu dengannya. Rasanya aku semakin ingin mengenalnya. Hingga tiba
saatnya aku mulai dekat dengannya. Aku mulai mengenalnya sedikit demi sedikit.
Aku menyukainya. Kepribadiannya yang sanguin dan asyik dibawa bercanda,
membuatku nyaman berada didekatnya. Ia memang tau bahwa ia memiliki secret
admirer. Kelanjutan cerita ini telah aku ceritakan di postinganku sebelumnya
"51 Menit 47 detik" dan "59 Menit". Silahkan dibaca sendiri
:)
Sekarang kalian tau mengapa
jujur diperlukan.
Mungkin akhir ceritanya tidak seperti yang kau inginkan, tapi
inilah hidup.
Kau tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jujur bukanlah untuk
mendapatkan akhir yang bahagia, namun jujur diperlukan agar kita bisa lega
dalam menikmati setiap cerita dalam hidup kita :)
Jujurlah!
Tidak akan ada akhir cerita
bahagia sebelum kita merasakan cerita yang akan membuat makna bahagia lebih
berharga.
~ppyong :p