Kamis, 14 Maret 2013

Honesty~


Honesty
Jujurlah, cinta butuh itu!

Itu adalah judul novel yang telah ku baca. Setelah membaca novel itu, terbayang sesuatu dipikiranku.

JUJUR !
Menurutmu, mengapa cinta butuh kejujuran?

CINTA? Okeh, itu untuk yang sudah cukup dewasa. Untuk kita mungkin baru sebatas SUKA.
Kembali ke pertanyaan, mengapa suka butuh kejujuran? Apakah kau harus jujur dan mengatakan suka setiap kali kau merasakannya?

Aku pernah melakukannya..
Dan sampai saat ini belum ada yang menghasilkan suatu akhir yang bahagia..


1. Aku menyukainya, aku mengatakannya, dan ia berkata bahwa ia juga menyukaiku. Tapi ia berkata bahwa ia belum boleh pacaran. Setelah 2 tahun berstatus HTS, kita mengalami keretakan karena adanya kesalahpahaman. Sejak itu ia mulai mendiamkanku dan mulai bergonta-ganti pacar.

2. Inilah penyebab kesalahpahaman itu. Aku memang menyukainya tapi baru sekedar benih. Aku lebih menyukai lelaki 1. Tapi apa daya, gosip menyebar begitu luas, hingga akhirnya aku didiamkan oleh lelaki 1. Seakan mencari pelampiasan, aku berusaha menyukainya lebih dalam lagi. Ia tahu aku menyukainya namun ia tetap bersikap biasa. Mungkin saat itu memang aku sedang labil, aku merasa saat itu aku terlalu mengejar-ngejarnya. Hingga ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke luar propinsi :(

3. Awalnya karena sebuah pertengkaran, aku mulai merasa aneh saat ia menjauhiku. Saat itu, teman-temanku berkata bahwa aku menyukainya. Mungkinkah? Aku tidak merasa ini perasaan yang sama seperti saat aku menyukai 2 lelaki diatas. Ia mulai mendekatiku kembali dan mengejekku yang menurut kabar yang ia terima kalau aku telah move on dari lelaki 2. Ia terus bertanya padaku siapa lelaki itu? Aku tidak mengatakannya secara langsung, aku hanya mengatakannya melalui clue. Saat ia menyadari arti clue itu, ia berkata bahwa aku akan menemukan lelaki yang lebih baik darinya. Sungguh bukan akhir yang bahagia.

4. Awalnya aku hanya penasaran dengan sosoknya. Seperti kutipan yang ada di novel honesty "pandangan pertama itu kagum. Kalau kau bisa mempunyai perasaan lebih setelah mengenalnya, itu namanya suka. Dan kalau kau sudah mulai merindukannya, saat itulah cinta muncul," awalnya aku hanya merasa kagum padanya. Saat itu aku belum mengenalnya hanya sekedar mengetahui namanya. Lama kelamaan aku sering bertemu dengannya. Rasanya aku semakin ingin mengenalnya. Hingga tiba saatnya aku mulai dekat dengannya. Aku mulai mengenalnya sedikit demi sedikit. Aku menyukainya. Kepribadiannya yang sanguin dan asyik dibawa bercanda, membuatku nyaman berada didekatnya. Ia memang tau bahwa ia memiliki secret admirer. Kelanjutan cerita ini telah aku ceritakan di postinganku sebelumnya "51 Menit 47 detik" dan "59 Menit". Silahkan dibaca sendiri :)

Sekarang kalian tau mengapa jujur diperlukan. 
Mungkin akhir ceritanya tidak seperti yang kau inginkan, tapi inilah hidup. 
Kau tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jujur bukanlah untuk mendapatkan akhir yang bahagia, namun jujur diperlukan agar kita bisa lega dalam menikmati setiap cerita dalam hidup kita :)

Jujurlah!
Tidak akan ada akhir cerita bahagia sebelum kita merasakan cerita yang akan membuat makna bahagia lebih berharga.

~ppyong :p