Sabtu, 16 Maret 2013

Love Rain


LOVE RAIN



Bagi pecinta drama korea pasti sudah tau dong tentang drama Love Rain?
Drama yang mengisahkan kisah cinta tahun 1970-an yang terus berlanjut hingga masing-masing telah memiliki anak yang ternyata juga saling mencintai. Kisah yang romantis di tengah hujan membuat siapapun yang mengalaminya berharap hujan tidak akan pernah berhenti.

Aku mempunyai sebuah kisah. Mungkin tidak seromantis kisah tengah hujan yang ada di Love Rain, namun kurang lebihnya mirip yang ada di drama itu.


Kisah ini dimulai ketika aku bosan di kamar. Saat itu semua telah pergi meninggalkanku sendiri dikosan. Aku yang memang telah selesai menonton drama di laptop pun mulai merasa kelaparan. Aku pandangi handphoneku yang sejak tadi bergetar. Apakah aku harus mengajaknya makan siang?

Ternyata ia menerima ajakanku. Akhirnya aku pun makan berdua dengannya meski hanya di sebuah warung. Aku mengatakan padanya bahwa di kosan tidak ada orang dan aku malas kembali ke kosan. Ia melirik suasana di luar warung dan mengajakku membeli es krim.

Setelah membeli es krim, kami menemukan masalah baru. Dimana kami harus menghabiskan es krim ini? Dengan hebatnya ia memutuskan untuk pergi ke Taman Simanjuntak. Dapatkah kau bayangkan betapa jauh taman itu dari tempat kami sekarang? Dan kami kesana hanya menggunakan kaki alias jalan kaki. Alhasil es krim tersebut habis sebelum tiba di Taman.

Menghabiskan es krim cukup membuatku merasa haus. Beruntung kami menemukan sebuah warung di dekat Taman. Kami pun membeli air mineral untuk menghilangkan rasa dahaga kami.

Duduk-duduk di Taman? Yaa hanya itu yang kami lakukan selama di Taman. Duduk-duduk sambil mengobrol.

Langit mulai terlihat mendung, ia pun mengajakku pulang. Baru berjalan beberapa meter, hujan mulai turun. Ia pun meminjamkan jaket yang dikenakannya padaku. Namun hujan malah semakin deras. Kami pun terpaksa berteduh di suatu tempat. Baru kami sadari bahwa tempat kami berteduh ini adalah tempat kos-kosan lelaki. Ia segera menghubungi temannya yang berada di kosan itu.

Setelah menunggu beberapa saat, temannya datang dan meminjamkan kami payung. Sayangnya payung itu rusak. Tidak bisa tetap terbuka tanpa dipegang bagian dalam atas payung itu. Akhirnya, ia pun tetap memegang bagian dalam atas payung itu sambil mengantarku kembali ke kosan.

Sepayung berdua~ Bukankah itu so sweet?
Sepayung berdua dengan kondisi payung seperti ini~ Bukankah mirip di sebuah adegan dalam drama Love Rain?

Ternyata begini rasanya…
Payung yang rusak pun dapat membuat suasana terkesan romantis, sama seperti yang ada di drama Love Rain.

Sambil tertawa-tawa kami pun melanjutkan perjalanan dengannya yang masih tetap memegang payung itu..

~ppyong