LOVE RAIN
Bagi pecinta drama korea pasti sudah tau dong tentang drama
Love Rain?
Drama yang mengisahkan kisah cinta tahun 1970-an yang terus
berlanjut hingga masing-masing telah memiliki anak yang ternyata juga saling
mencintai. Kisah yang romantis di tengah hujan membuat siapapun yang
mengalaminya berharap hujan tidak akan pernah berhenti.
Aku mempunyai sebuah kisah. Mungkin tidak seromantis kisah
tengah hujan yang ada di Love Rain, namun kurang lebihnya mirip yang ada di
drama itu.
Kisah ini dimulai ketika aku bosan di kamar. Saat itu semua
telah pergi meninggalkanku sendiri dikosan. Aku yang memang telah selesai
menonton drama di laptop pun mulai merasa kelaparan. Aku pandangi handphoneku
yang sejak tadi bergetar. Apakah aku harus mengajaknya makan siang?
Ternyata ia menerima ajakanku. Akhirnya aku pun makan berdua
dengannya meski hanya di sebuah warung. Aku mengatakan padanya bahwa di kosan
tidak ada orang dan aku malas kembali ke kosan. Ia melirik suasana di luar
warung dan mengajakku membeli es krim.
Setelah membeli es krim, kami menemukan masalah baru. Dimana
kami harus menghabiskan es krim ini? Dengan hebatnya ia memutuskan untuk pergi
ke Taman Simanjuntak. Dapatkah kau bayangkan betapa jauh taman itu dari tempat
kami sekarang? Dan kami kesana hanya menggunakan kaki alias jalan kaki. Alhasil
es krim tersebut habis sebelum tiba di Taman.
Menghabiskan es krim cukup membuatku merasa haus. Beruntung kami
menemukan sebuah warung di dekat Taman. Kami pun membeli air mineral untuk
menghilangkan rasa dahaga kami.
Duduk-duduk di Taman? Yaa hanya itu yang kami lakukan selama
di Taman. Duduk-duduk sambil mengobrol.
Langit mulai terlihat mendung, ia pun mengajakku pulang.
Baru berjalan beberapa meter, hujan mulai turun. Ia pun meminjamkan jaket yang
dikenakannya padaku. Namun hujan malah semakin deras. Kami pun terpaksa
berteduh di suatu tempat. Baru kami sadari bahwa tempat kami berteduh ini
adalah tempat kos-kosan lelaki. Ia segera menghubungi temannya yang berada di
kosan itu.
Setelah menunggu beberapa saat, temannya datang dan
meminjamkan kami payung. Sayangnya payung itu rusak. Tidak bisa tetap terbuka
tanpa dipegang bagian dalam atas payung itu. Akhirnya, ia pun tetap memegang
bagian dalam atas payung itu sambil mengantarku kembali ke kosan.
Sepayung berdua~ Bukankah itu so sweet?
Sepayung berdua dengan kondisi payung seperti ini~ Bukankah mirip di sebuah adegan dalam drama Love Rain?
Sepayung berdua dengan kondisi payung seperti ini~ Bukankah mirip di sebuah adegan dalam drama Love Rain?
Ternyata begini rasanya…
Payung yang rusak pun dapat membuat suasana terkesan
romantis, sama seperti yang ada di drama Love Rain.
Sambil tertawa-tawa kami pun melanjutkan perjalanan
dengannya yang masih tetap memegang payung itu..
~ppyong
